Surat pertama

Bagaimana memulainya ya.

Katakanlah aku Kugy.

(HAHAHA)

Hai, Neptunus, dewa lautku, bisakah kusebut demikian? Salam kenal, ini adalah surat pertamaku. Aku adalah seorang anak kecil yang sedang bermain-main dengan api yang baru saja kuhidupkan.

Nus, aku mau cerita. Aku jatuh cinta pada seseorang sudah dua tahun lebih. Awalnya biasa saja, tapi lama kelamaan hatiku dan hatinya bertemu gitu, Nus. Jadi kita sepakat untuk saling jatuh cinta. Tapi aku nggak tahu harus bagaimana sekarang.

Nus, sebenarnya hidup tidak memberikan kami pilihan, iya kan? tapi pilihan itu datang sendiri di hadapan kami yang sama-sama tak siap.

Ketika cinta sudah mulai saling menyalahkan, masih pantaskah itu disebut cinta? atau apa?

Aku menertawakan diriku sendiri di depan cermin dan mengumpat berkali-kali. Di tengah umpatan itu tiba-tiba mataku berair.

Aku mau minta obat, Nus. Bukan! bukan obat mata, Nus. Yang terluka ada di dalam dada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s