P(art) of life

Pagi memanggil kota yang lelap ini
Dia bertanya, Bagaimana harimu?
Apa kabar mimpi-mimpimu?Apa kau tinggal begitu saja?
Apa kabar angan-anganmu hari ini?

Jakarta ramai, hatiku sepi
Jangan kau tanya mengapa sedih
Ku tak tahu… ku tak tahu, apa arti resah ini
Entah apa yang kumau
Penuh tanya dalam diri

Jakarta ramai…

(Backsound: Jakarta Ramai-Maudy Ayunda)

oOo

Sebagaimana fans sejati Maudy Ayunda, saya mengorek terus kabar terbaru tentang dirinya pun lagu-lagu yang baru dia rilis (via youtube).

Lagu di atas bisa didengarkan di channel youtube Jakarta Ramai-Maudy Ayunda

Adalah suatu kebahagiaan tersendiri ketika kita menemukan seseorang yang menjadi motivasi dan tumpuan kita dalam bermimpi. Eits, bukan tanpa alasan saya suka dengan sosok Maudy Ayunda meski saya ini perempuan tulen. Seorang gadis yang seumuran dengan selera hidup yang bagus, maksudnya, dia tahu harus dibawa ke mana angan-angannya, mimpinya, imajinasinya, hingga jadi sosok penuh kreatifitas dan karya yang tak perlulah diragukan lagi. Apalagi saat ini yang statusnya sebagai salah satu mahasiswi Oxford.

Tapi saya nggak akan mengulas sosok Maudy, saya akan sedikit mengulas tentang lagu barunya, serta hal lain. Ya, Jakarta Ramai. Lagu yang ringan plus easy listening, nggak ngebosenin dan tentunya mewakili keresahan saya selama ini.

Apa kabar mimpi-mimpimu?

Lagu yang bisa dibilang nyantai banget ini memang sangat menghipnotis saya dari awal mendengarkan, ide yang fresh dan uniknya menjadi daya tarik. Seperti yang kita tahu, sebagai seorang mahasiswa yang tiap hari diributkan perkara tugas pasti di sela-sela waktu senggangnya ia bertanya-tanya,

Mau jadi apa setelah lulus nanti?
Mau dibawa ke mana mimpi-mimpi yang selama ini dia yakini?

As you see, hidup tanpa mimpi itu nggak nyeni! (red: nggak indah). Kemarin (26 Januari 2016) saya berulang tahun yang ke… ke… dua belas puluh tahun. Saya sudah nggak muda lagi, oke saya terima asumsi itu. Tapi semangat dalam jiwa saya masih seusia belasan, yes. Berkobar!

Saya bermimpi ini dan itu, kemudian menggantungkannya dekat dengan jidat saya, makanya tiap bangun tidur pasti mikir “Mau apa hari ini? Apa yang harus saya lakukan buat take semua yang saya pingin?”

This is a part of life, terkadang kamu menemukan kebuntuan di tengah-tengah usahamu menggapai cita-cita. Kata orang, nyalakan lilin dan berhentilah mengutuk kegelapan. Kemudian, saya dipertemukan dan ditempatkan di tengah manusia-manusia yang menginspirasi, dari yang awalnya tak kenal lalu bertransformasi menjadi kawan-kawan akrab saya. Tiap hari saya bercermin pada mereka dan mereka menyuntikkan semangat terus menerus pada saya.

Kebahagiaan sederhana yang sangat saya syukuri adalah berada di tengah-tengah mereka, teman-teman dengan mimpi yang tinggi dan motivasi yang terus menyala.

Terimakasih untuk segala hal yang dikaruniakan kepada saya, Rabb. Pengalaman, kawan, harapan, dan masih banyak lagi yang kesemuanya merupakan rezeki untuk saya. Engkaulah muara dari segala muara.

Afie Aussy, di usia 20 tahun lebih sehari.

oOo

Jakarta ramai, hatiku sepi
Jangan kau tanya mengapa sedih
Ku tak tahu… ku tak tahu, apa arti resah ini
Entah apa yang kumau
Penuh tanya dalam diri

Jakarta ramai…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s