Juni

Aku membidu aroma sedap tanah selepas hujan
Basah…
Ada yang bergemericik mengalir di pembuluh darah
…tapi bukan darah
Ada yang berkecipak di otak, aku terusik
Satu per satu memori yang terpatri mulai menunjukkan keberadaannya
Seperti kepingan piring hitam yang diputar perlahan-lahan, memaksaku mengingat-mengenang-merindu
Ada yang turut turun selepas hujan mereda
Ada yang ikut berembus bersama angin
Aku ditampar nostalgia
Di bawah langit Juni yang basah
…di batas senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s