Kenapa? Karena…

Banyak rasa tertuang di dalamnya, rasa yang bisa kukecap jauh lebih jelas dibanding hanya menjadi penikmat bukan pemeran, itulah yang membuatku merasa benar-benar hidup.

“Kenapa kamu menulis?” –Karena aku akan merasa baik-baik saja…-
“Kenapa kamu melukis?” –Karena aku akan merasa baik-baik saja…-

Karena mereka membuatku merasa benar-benar hidup dan segalanya menjadi baik-baik saja. Banyak rasa tertuang di dalamnya, rasa yang bisa kukecap jauh lebih jelas dibanding hanya menjadi penikmat, maka aku ingin menjadi pemeran kemudian menikmatinya sendiri.

Aku mendengarkan segala yang ingin kudengar…
Aku melihat segala yang ingin kulihat…
Aku merasakan segala yang ingin kurasakan…
Aku menyentuh kehidupan yang ingin kusentuh…
Seolah aku bisa membuat tawa dan lukaku sendiri.

Dan… aku menikmatinya.

Hidup di antara pena dan kuas.

Seni itu tidak ada yang salah.
Tidak ada label baik dan buruk…
…selama kamu menikmatinya.

2 thoughts on “Kenapa? Karena…

  1. Setuju^^
    Suka sama kata-katanya, Dik 🙂
    acap kali, menulis — mungkin begitu pula dengan melukis — bisa jadi katarsis atau cara ampuh untuk berdamai dengan masa lalu.
    Sori baru sempat buka blog. He-he…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s