Mata dan rasa

Agaknya benar, jatuh cinta dimulai dari mata.

Aku jatuh cinta pada mata yang meneduhkan.
Mata yang membuatku merasa bersalah telah menatapnya dalam-dalam.
Mata yang seolah membawaku berjalan pelan di antara udara dingin, di antara dedaunan hijau, di antara perbukitan, di antara sungai-sungai yang mengalir di bawah kakiku, di antara suara kicauan burung-burung kecil yang bersiul sahut menyahut.

Mata yang membawaku berlabuh pada satu sudut bukit berkabut dan tenang.

Mata yang damai.

Damai…

Da… mai…

sssshhhh…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s